Memiliki senyum yang indah bukan hanya bersumber dari gigi yang rapi, memiliki permukaan gigi yang bersih dan putih juga menjadi faktor penentu kepercayaan diri seseorang. Jika Anda adalah seorang yang suka mengkonsumsi teh atau minum kopi pasti sering merasa permukaan gigi yang kasar. Nah, disinilah Polishing gigi sangat penting untuk Anda ketahui. Tidak cukup hanya menyikat gigi secara rutin 2 kali sehari tanpa ada tindakan dari dokter gigi yang berpengalaman.
Pernahkah Anda melihat alat kecil yang berputar dan biasanya digunakan oleh dokter gigi ketika sudah selesai membersihkan karang gigi. Itulah adalah proses pemolesan yang berguna untuk membuat gigi terasa lebih halus. Prosedur tersebut wajib dilakukan karena prosesnya yang tidak sakit tapi memberikan efek instan pada permukaan gigi agar menjadi halus. Jadi, Anda tidak perlu heran kalau setelah selesai melakukan pemolesan gigi, sekarang jadi lebih hobi ngaca karena merasa gigi jauh lebih bersih.
Kenapa kita membutuhkan polishing gigi sebagai perawatan mulut yang rutin? Selain dari segi estetika gigi Anda akan terlihat lebih putih alami bahkan noda pun juga tidak terlihat, prosedur tersebut berfungsi sebagai perlindungan ekstra. Permukaan gigi yang mulus setelah dipoles akan membuat plak atau sisa makanan lebih sulit menempel. Ini adalah langkah penting yang efektif untuk menjaga kesehatan mulut jangka panjang agar terhindar dari berbagai masalah gigi seperti penyakit karang gigi atau gusi berdarah.
Manfaat Dari Polishing Gigi Yang Wajib Anda Ketahui
Banyak orang yang masih bingung dengan tidak ini, apakah proses polishing gigi sama dengan memutihkan gigi (bleaching)? Jawabannya tentu TIDAK. Jika bleaching merupakah prosedur untuk mengubah warna asli gigi menjadi putih menggunakan bahan kimia, pemolesan ini lebih fokus pada membersihkan noda yang menempel di bagian luar (extrinsic stains) dan menghaluskan struktur permukaan gigi.
Prosedur ini biasanya menjadi satu paket jika Anda sudah selesai melakukan pembersihan karang gigi atau scaling gigi. Setelah karang gigi yang keras dibersihkan, permukaan gigi biasanya masih terasa agak kasar. Di sinilah dokter dari Opal Dental akan menggunakan pasta khusus (biasanya disebut pasta profilaksis) dan alat poles untuk meratakan permukaan tersebut.
Keuntungan Melakukan Polishing Gigi
- Menghilangkan Noda Kopi dan Teh: Buat kamu pecinta kafein, noda kuning atau kecoklatan seringkali menetap di permukaan gigi. Proses polishing sangat efektif mengangkat noda yang ada di permukaan gigi sehingga gigi kembali ke warna aslinya.
- Mencegah Penumpukan Plak: Bakteri biasanya akan menempel di area yang kasar. Jika permukaan gigi Anda licin, bakteri jadi "sudah menempel" dan tidak mudah membentuk plak.
- Napas Jadi Lebih Segar: Sisa kotoran yang sudah dibersihkan tentu saja akan mengurangi perkembangbiakan bakteri penyebab bau mulut.
- Memberikan Efek Mengkilap: Senyum jadi terlihat lebih sehat dan "glowing" secara natural.
Perlu Anda ketahui bahwa polishing gigi bukanlah prosedur yang bisa dilakukan sendiri di rumah dengan alat seadanya. Menggunakan bahan sembarangan justru berisiko merusak lapisan enamel gigi Anda. Itulah sebabnya, sangat disarankan untuk mengunjungi klinik yang terpercaya. Bagi kamu yang tinggal di daerah Yogyakarta dan sekitarnya, mencari layanan dental care jogja yang berkualitas adalah investasi terbaik untuk kesehatan gigi Anda.
Prosedur Polishing Gigi Yang Aman
Waktu yang dibutuhkan untuk melakukan pemolesan gigi tidak lama yaitu hanya sekitar 10 sampai 15 menit saja. Awal mulanya dokter akan melakukan pemeriksaan gigi Anda apakah ada gigi yang mengalami pengikisan atau memiliki sensitivitas tinggi. Selanjutnya, dokter akan memakai rubber cup atau sikat kecil yang berputar perlahan.
Pasta yang dipakai teksturnya sedikit berpasir (abrasif ringan). Untuk rasa pastanya cukup enak, mulai dari rasa mint hingga buah-buahan. Tahap berikutnya, dokter akan menggosok permukaan gigi Anda secara merata menggunakan alat tersebut. Jika sudah selesai, Anda akan diminta untuk berkumur. Gigi Anda pun menjadi terasa licin jika disentuh menggunakan lidah.
Perawatan Yang Dilakukan Setelah Pemolesan Gigi
Terdapat beberapa hal yang penting untuk Anda perhatikan apabila sudah melakukan perawatan supaya tetap awet hasilnya:
- Batasi Makanan Berwarna Tajam: Untuk 24 jam di awal, pastikan tidak mengkonsumsi kunyit, buah naga, atau minuman bersoda yang mempunyai warna pekat.
- Sikat Gigi Teratur: Pakailah sikat gigi berbulu lembut dua kali sehari.
- Flossing: Silahkan pakai benang gigi untuk membersihkan sela-sela yang tidak terjangkau alat poles.
Kapan Anda Harus Melakukan Polishing Gigi?
Secara umum, polishing gigi dilakukan tiap 6 bulan sekali berbarengan dengan kontrol rutin. Akan tetapi, bagi Anda yang merokok ataupun menyukai minuman berwarna, maka harus melakukan polishing gigi lebih sering. Hal ini dilakukan supaya noda tidak meresap lapisan gigi dalam.
Untuk Anda yang baru saja melepas behel (kawat gigi), prosedur ini penting untuk Anda lakukan. Sesudah lepas behel biasanya terdapat noda ataupun sisa-sisa lem yang tertinggal di sekitar bekas bracket. Untuk itulah harus dilakukan pembersihan dengan menyeluruh. Apabila Anda melakukan polishing gigi maka permukaan gigi akan bersih dan rata kembali seperti sebelum menggunakan behel.
Tidak sedikit orang yang takut ke pergi dokter gigi karena khawatir sakit. Perlu diketahui bahwa untuk melakukan prosedur ini tidak menggunakan suntikan ataupun pengeboran yang menyeramkan. Malahan, Anda akan merasakan sensasi dipijat pada gigi Anda.
Terakhir, jangan sampai Anda membiarkan noda dan plak merusak rasa percaya diri ketika tersenyum atau berbicara di depan orang lain. Merawat gigi dengan rutin, salah satunya polishing gigi merupakan cara paling mudah dan terjangkau untuk menjaga kesehatan mulut. Untuk itu, tunggu apa lagi? Segera kunjungi dokter gigi sekarang untuk mendapatkan gigi yang bersih dan berkilau sesudah melakukan polishing gigi.